Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2009

Emperor :A Novel Of Julius Caesar


Akhirnya selesai juga membaca rangkaian seri Emperor dari Conn Iggulden. dimulai dari sekitar tahun 2006, diperkenalkan oleh kakak The Gates Of Rome, buku pertama dari seri Emperor. Ini adalah Novel bergenre Novel Sejarah mengenai perjalanan hidup Gaius Julius Caesar dan sahabatnya Marcus Brutus.

Cerita dimulai dari saat mereka kecil dan besar bersama di Caesar's Estate dibawah bimbingan sang Ayah, Si Budak Tubruk dan gladiator-pahlawan 
Renius. kisah ini membawa kita pada peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah Kota Roma : Kisah Consul Marius dan Primigenia-nya serta seteru abadinya Cornelius Sulla, Pemberontakan Spartacus dan Mithridates, Triumvirate Pompey-Crassus-Caesar, Penaklukan Gaul dan Vercingetorix. Ekspedisi ke Briton, Pertempuran terakhir di Pharsalus, dan tentu saja petualangan Caesar 
dan kawan-kawannya serta 2 legiun di Alexandria bersama Cleopatra.

Senin, 13 April 2009

Sam Kok dan Tere-Liye

2 pekan terakhir ini banyak liburan panjang di akhir pekan, akhirnya berkesempatan juga ke Gramedia setelah...berapa ya? mungkin ada 4-5 bulan tidak disambangi. Terus terang Gramedia di Depok agak mengecewakan..bagaimanapun Gramedia Matraman tetap lebih baik, nevertheless, kita pulang dengan 2 buku yang potensial, pertama Karya terakhir Tere-Liye : Rembulan Tenggelam di Wajah mu dan Sam Kok yang tulis ulang oleh penulis indonesia.

Sempat bingung juga ada banyak jenis buku bertema "tiga kerajaan" ini dan indra penasaran sekali ingin membaca cerita lengkapnya, sebenarnya sudah lama sekali terpapar dengan kisah 3 bersaudara Liu Bei, Zhang Fei dan Guan Yu pertama sekali dulu waktu SMU sering memainkan Game Dos Sam Kok dari Koei, lalu tentu saja komik Legenda Naga yang ternyata sekarang mulai dari nomor 1 lagi entah kenapa? meski ceritanya tetap nyambung, dan yang terakhir tentu saja "Red Cliff " yang luar biasa, pantas saja di game dulu kalau kita dapat Kong Ming maka seakan tidak terkalahkan meski jumlah pasukan lebih sedikit

Kamis, 23 Oktober 2008

Resensi Philip Pullmann's Trilogy "His Dark Material"

Sudah lama sebenarnya membaca Buku yang pertama "Golden Compass", tapi baru pekan lalu berhasil menyempatkan diri membaca 2 buku lanjutannya "The Subtle Knife" dan "The Amber Spyglass". Trilogy ini termasuk jenis bacaan Fantasi, mungkin masih lanjutan dari efek Harry Potter, nevertheless saya sudah membacanya dan merasa indifferent.

Philip Pullmann bercerita tentang "Debu" dan Petualangan Lyra dalam dunia multidimensi. Sebuah fantasi lama yang mengatakan bahwa ada banyak dunia dalam alam semesta isi, dunia dengan dimensi yang berbeda. Seperti dalam film Jet Lee "The One", orang bisa melakukan perjalanan antar dimensi, antar dunia.

cerita dimulai dalam Dunia Lyra yang tidak jauh berbeda dengan dunia kita, perbedaannya adalah setiap manusia dalam dunia Lyra memiliki Daemon, bukan dalam artian demon seperti pada bahasa kita, tapi ia semacam jiwa, saat membaca buku-buku lanjutannya saya menyadari bahwa yang dimaksud adalah "suara hati" atau nurani kita yang mewujud dalam bentuk hewan tertentu. Pantalaimaon Daemon Lyra masih bisa berubah bentuk karena manusianya Lyra masih belum dewasa. dan tentu saja manusia dan daemonnya bisa berkomunikasi seringkali dalam dunia lyra kita bisa menerka karakter seseorang dengan melihat bentuk akhir dan perilaku daemonnya.

Bagaimana dengan Debu yang menjadi topik pembicaraan utama ? dijelaskan bahwa debu ternyata selalu berkumpul pada manusia, dan terutama pada konsentrasi yang tinggi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak, karena Debu nampaknya tertarik pada kesadaran atau kecerdasan, Intelegensia ! yang amat menarik adalah dan menjadi problem besar dalam cerita ini ada sebagian orang-termasuk lyra- yang dapat berkomunikasi dengan Debu, dengan kata lain Debu-pun berkesadaran.

Kompas emas Lyra atau alethiometer berfungsi menjawab pertanyaan, semua pertanyaan ! dan ia termasuk alat untuk berkomunikasi dengan Debu. Alat lain ditemukan oleh tokoh Dr Malone dalam "The Amber Spyglass" dari dunia kita yang meneliti Debu atau Materi Gelap ( Dark Matter ) yang mengisi ruang kosong di alam semesta.

Petualangan Lyra dipicu oleh permasalahan seputar Debu dan keinginannya untuk menyusul pamannya yang ternyata nanti diketahui tidak lain ternyata ayahnya sendiri. Ayahnya ini pergi ke dunia lain dengan tujuan untuk berperang.... Nah sampai sini fantasi Mr Pullmann bergerak semakin liar....Ayah lyra membangun aliansi antar dunia dengan satu tujuan yaitu memerangi Otoritas. Otoritas adalah Malaikat pertama yang dengan sewenang-wenang telah membangun kerajaan surga dan memaksa semua makhluk berkesadaran untuk tunduk padanya melalui peran Gereja.

dengan kata lain dalam fantasi Mr Pullmann Gereja selama ini menyembah Tuhan padahal disebaliknya Gereja menjadi kaki tangan Otoritas, dan saat ini otoritas telah berkuasa selama 33.000 tahun sejak manusia memilki kesadaran. lalu dimana Tuhan dalam dunia Fantasi ini, tidak begitu jelas, nampaknya dalam cerita iniTuhan sudah mati atau tidak berperan lagi.. sampai sini saya agak sedikit menyesal sudah membeli dan membaca buku ini karena tentunya pesan ini bukan pesan yang baik untuk dibaca oleh anak-anak.

Sudah jelas dalam cerita ini digambarkan perjuangan meraih kebebasan dengan menentang otoritas gereja, bahwa tuhan tidak berperan lagi, setelah menciptakan alam semesta ia hanay duduk berpaku tangan. semua ini adalah premis kaum liberal dan anti agama. Apalagi dalam kisah ini diceritakan bahwa Ayah Lyra dan sekutunya berhasil dan Otoritas serta anteknya kaum Gereja kalah. Terfikir oleh saya kisah ini tentunya di inspirasi oleh perjuangan kaum intelektual Eropa melawan dominasi dan konservatisme gereja katolik di Eropa pada abad pertengahan.

Alhasil ini adalah kisah yang membawa fantasi dan imajinasi kita membumbung tinggi menembus batas antar dunia dan masuk ke dunia malaikat, membicarakan urusan-urusan besar di alam semesta berpuncak pada peperangan besar antara aliansi manusia dan kerajaan tuhan palsu. Mudah sekali menikmati kisah ini asalkan kita waspada dengan implikasi cerita yang membawa pesan-pesan liberal.

Sebagai kesimpulan saya merekomendasikannya sebagai bacaan pelepas stress bagi pembaca dewasa dengan dasar aqidah yang baik dan wawasan memadai seputar peperangan pemikiran, tidak direkomendasikan untuk anak-anak apatah lagi untuk bacaan pengantar tidur.