Tampilkan postingan dengan label deskripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label deskripsi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Agustus 2014

Europe Trip : Paris

Bulan lalu akhirnya saya menjejakan kaki di Eropa..Benua biru..

Saya dan dua orang rekan berkesempatan mengikuti training di Jerman. Topik trainingnya penting, tapi bukan maksud saya menceritakannya dalam tulisan ini

saya ingin membagi kesan saya dalam perjalanan ini. Eropa bukan benua yang asing lagi sebenarnya, sudah banyak yang mengisahkannya bahkan membuatnya jadi film. Orang bilang perjalanan akan membuka mata kita, entahlah tapi apa yang saya lihat ternyata menjadi konfirmasi apa yang selama ini saya fikirkan ( the sceptic in me)

Paris, Ibukota eropa adalah kota pertama yang kami kunjungi, transit satu hari sebelum menjadi tujuan akhir kami Koln di jerman. Salah satu minat saya dalam perjalanan adalah melihat kehidupan keseharian warganya, jadi saya selalu memilih menggunakan tranportasi publik, seperti metro dan subway. Saya juga sebisa mungkin menghindari area turis yang terlalu ramai. Passion saya sebenarnya pada kultur dan sejarah suatu tempat.

Hei !, tapi siapa yang bisa menolak mengunjungi Eiffel ketika sampai di Paris, jadi sebagai kompromi saya mengatur 2 site yang kami kunjungi yaitu Eiffel dan Louvre. Kami sampai ke Louvre meski hanya sampai halamannya saja, simply no idea how to get inside LOL. Di kejauhan kami melihat Eiffel, jadi setelah makan dan uang secukupnya kami kembali ke bawah tanah, figure out which metro to take :)

Eiffel turn out berupa stuktur metal kelabu yang mulai nampak lusuh dan muram, mungkin karena usia, cuaca atau beratnya menjadi saksi bagi warga Paris dan dunia yang mengunjunginya (its summer for heaven sake).
Kami akhirnya mengaso di tepian air sungai Seine, fikiranku melayang ke kisah-kisah dalam tetralogi Emperor-nya Conn Iggulden, betapa perjuangan bangsa Romawi membawa peradaban dan jaringan jalannya ke wilayah Gaul.

Di Paris kami melihat, kaki lima, calo, pengemis, gelandangan, metro yang bau pesing, tapi kami juga melihat gabled house yang cantik, bangunan-bangunan megah, dan patung-patung. Berbagai macam ras, dan suku bangsa menghuni kota ini, memang luar biasa. Sisa hari itu kami habiskan untuk memulihkan tubuh dari jet lag.

Di akhir rangkaian perjalanan sebelum kembali ke jakarta, kami sempat ke Paris lagi dan kembali ke Louvre, kami memutuskan untuk berjalan sepanjang taman dan menyaksikan bagaimana cahaya matahari begitu dihargai di eropa :) dan mengakhiri trip eropa kami dengan tidur siang dibawah naungan pepohonan di taman yang menghadap bundaran dengan Obelisk di tengahnya

Selasa, 31 Maret 2009

Kejutan Biomedik dan Guru Singa

Hari ini memang luar biasa, begitu banyak kejadian penting yang terjadi susul menyusul. pertama-tama hari ini selasa 31 maret 2009 adalah hari terakhir penyerahan SPT wajib pajak perorangan, dan hari ini juga adalah hari yang telah aku cadangkan untuk persiapan terakhir ujian I blok respirasi besok. Jadi pagi ini aku berangkat dari rumah dengan pikiran bagaimana caranya aku bisa menyerahkan SPT itu sementara aku harus menyusun soal ujian dan memperbanyaknya untuk dipergunakan besok. Dua hal ini saja sudah sulit dikompromikan.

jadi setelah lihat-lihat dan riset sedikit via goggle aku menyerah, biarlah ku bayar saja denda itu tokh salah ku juga menunggu-nunggu sampai terlambat. Dengan demikian perhatianku sepenuhnya tercurah untuk mempersiapkan soal sebaik-baiknya agar tak ada satupun kesalahan ketik atau lebih parah lagi terpaksa meralat soal besok. saat asyik-asyiknya aku menekan tuts-tuts keyboard itu datanglah telepon yang pertama, jam 10-an kira-kira.

Selasa, 22 Juli 2008

Khitanan di Pameungpeuk

Tidak semua orang Ternate pernah mengunjungi Laiwui, tempat saya PTT. ternyata tidak semua orang Garut juga pernah mengunjungi Pameungpeuk, termasuk saya. Kecamatan Pameungpeuk terletak di wilayah sebelah selatan kabupaten Garut, melewati jajaran pegunungan yang berbaris, gunung apa persisnya saya tidak tahu, tapi di pegunungan ini terletak Cikajang, tempat yang terkenal dengan udaranya yang dingin, bahkan penduduk lokal mengakuinya amat dingin, apatah lagi orang jakarta.

di musim kemarau adalah saat-saat paling dingin di Garut, leluconnya adalah AC Cikajang sedang dinyalakan, hingga seluruh Garut terasa amat dingin menggigit :) kembali ke perjalanan menuju Pameungpeuk dibutuhkan 3 jam lagi dari Garut kota untuk mencapai kecamatan ini, melewati Cikajang tentunya, perjalanam malam akan di sambut dengan kabut yang membatasi jarak pandang hingga hanya 2-3 meter didepan.

suhu udara di Pamuengpeuk relatif lebih hangat karena ia berlokasi didekat pantai selatan yang berbatasan dengan Samudera Hindia. tempat yang terkenal disini adalah daerah Cilauteureun ( air laut berhenti/surut) tempat fasilitas milik LAPAN berada, katanya ini adalah tempat uji pelincuran roket.

sepanjang pantai selatan P Jawa telah diketahui merupakan tempat yang potensial menjadi wilayah bencana Tsunami, seperti yang menghantam Pantai Wisata Pangandaran di Ciamis beberapa waktu lalu. jadi terfikir alasan dibalik penduduk lokal menamai Cilauteureun, karena saaat Tsunami terjadi seperti di Aceh beberapa waktu lalu, laporan mengatakan air laut sempat surut hingga batu-batu karang jadi terlihat dan ikan-ikan mengelepar di pantai. bukan tidak mungkin di suatu masa dulu pernah terjadi Tsunami di Pameungpeuk.

bukan kebetulan juga mungkin selama waktu yang singkat disana, ternyata pusat kota tidak didirikan di tepi pantai namum hampir 2-3 kilo inland, kesannya adalah warga Pameungpeuk bukanlah nelayan, mungkin di suatu masa lalu kota mereka ditepi pantai pernah di sapu gelombang Tsunami, entahlah.

jadi disana dengan Ikatan Dokter Muda Yarsi yang sedang bertugas di RSUD, diadakan khitanan Massal. ternyata masih banyak yang mengaku tidak bisa melakukan khitan, meski pada prakteknya sebagian bisa juga, terfikir olehku betapa rendah hatinya atau kurang percaya dirinya mereka.

tidak banyak yang bisa diceritakan tentang khitanan itu kecuali ada kecelakaan kecil yang cukup disesalkan sebenarnya, sebuah kecelakaan yang menurut kalkulasiku terjadi 1-2 dari 1000 pasien khitan dalam satu waktu, kecelakaan ini adalah perlukaan pada Glans Penis apakah itu dari gunting atau Cauter. mengherankan karena ini terjadi pada kurang dari 100 pasien khitan dalam satu waktu. Pelajaran dari sini yang bisa diambil adalah, khitanan yang dilakukan secara massal oleh koass akan meningkatkan risiko perlukaan Glans Penis, oleh karena itu perlu upaya yang maksimal untuk mengurangi terjadi kecelakaan, mungkin dengan pelatihan khitan untuk penyegaran, evaluasi tekhnik, khitan dalam pengawasan dokter supervisor, termasuk juga pencahayaan dan persiapan yang lebih matang.

Senin, 02 Juni 2008

Buletin Medikasi

hari ini saya mendapat keistimewaan yang tidak disangka sebelumnya, yaitu mendapat buletin medikasi, dihantarkan langsung oleh crew ke cubicle saya. untuk itu saya ucapkan banyak terima kasih.

sekedar prolog, buletin medikasi ini adalah semacam pers mahasiswa kedokteran yarsi, yang mempublikasikan beragam informasi seputar kedokteran dan kesehatan serta tentang yarsi itu sendiri utamanya fakultas kedokteran.

dari covernya tertulis edisi II/tahun III/mei 2008, masih tergolong muda sekali untuk sebuah publikasi mahasiswa, padahal usia yarsi sudah masuk usia 40 tahun. berarti bisa kita mengambil deduksi sederhana, ada sebuah keterputusan generasi, kevakuman aktivitas, intinya ada masalah dalam bidang kaderisasi lembaga.

tapi itu saya aja, sok-sok tahu melakukan deduksi sembarangan. tema dari buletin kali ini adalah tentang Global Warming, lalu ada profil dari bapak Rektor. buletin ini punya rubrik P3k, menarik juga. agak menganggu rubrik Refleksi yang terlihat amat tidak matang dalam penyampaian argumentasi, pesan yang baik seharusnya dibahasakan dengan kalimat yang baik pula.

rubrik info khusus memberikan informasi seputar lupus (SLE) disajikan dengan baik, meski sumber yang dicantumkan hanya 3, dan dua diantaranya dari sumber yang secara ilmiah tidak bisa di jadikan sandaran. seharusnya sebagai produk dari lingkungan kedokteran, tentu dapat mencari referensi yang tidak mudah diakses oleh awam.

dan rubrik kisah pembaca yang baik sekali, membuat kita berfikir, dan pas sekali rasanya., ada rubrik tentang iptek kedokteran yang tidak mengecewakan sama sekali, tapi kayaknya gak perlulah dicantumkan sumbernya hehehe..berlainan dengan rubrik INFUS yang menyajikan informasi penyakit yang harus dapat dipertanggungjawabkan karena bisa berimplikasi pada perilaku kesehatan seseorang.

oh di rubrik mengenai tips ini lah baru muncul tentang global warming, berarti saya salah mengambil kesimpulan, sebelumnya saya berfikir akan disajikan kajian tentang global warming sebagai tema utama. umumnya setau saya biasanya ada kajian utama yang menjadi fokus edisi, kita ambil saja contoh Tarbawi, majalah yang pernah saya singgung pada posting sebelumnya.

di majalah tarbawi, kajian utama dari majalah tergambar langsung pada cover majalah, contohnya yang saya pegang sekarang, temanya tentang Ramadhan yang segera menjelang. topik ini di bahas pada rubrik Dirosat yang mencakup 20 dari 70 halaman majalah.

Kembali ke medikasi, tampaknya tidak ada satu kajian utama, setelah saya lihat lagi covernya tidak lain adalah daftar isi, tapi itu cuma saya aja berpendapat. kita lanjutkan lagi, masih ada rubrik opini ilmiah, yang cukup menarik, serta rubrik analisis senat yang saya harap berisi analisa yang sifatnya sosial politik, ternyata berisi tentang shalat tahajud.

dan ada satu yang menganggu meski remeh, saya segera melihat pada rubrik resensi, bukunya diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia, sebuah penerbit kristen yang amat aktif, saya rasa tidak apropriate dengan latar belakang buletin ini. terakhir ada rubrik foto yang merekam berbagai kegiatan.

nah saya berfikir mengapa saya mendapat hadiah satu eksemplar, mungkin selain ucapan terima kasih atas informasi yang sebenarnya tidak sulit diperoleh, adalah agar saya dapat memberikan masukan. jadi masukan saya adalah teruskan aja, jangan perdulikan komentar saya, bisa menghasilkan karya seperti ini aja sudah luar biasa sekali.

manfaat dari kegiatan penerbitan ini yang saya lihat adalah, mengasah kemampuan menulis, menyusun artikel ilmiah, desain dan tata letak , reportase dan komunikasi, budgeting, editing, negosiasi bisnis, wirausaha dan banyak lagi. dan hampir selalu alumninya mendapat manfaat yang tidak sedikit.

salah satu teman saya yang pandai sekali di MA, sekarang direkrut mengembangkan majalah Dokter Kita. nah jadi dokter tidak selalu berakhir di ruang praktek, kalau pandai-pandai menggali bakat dan memoles minat.

Kamis, 08 Mei 2008

Tukang Tambal Ban dan Motorku

Tiba-tiba jalanan seperti bergelombang, padahal aspalnya mulus sekali...degg aku segera menepi dan melambatkan laju motorku, kulihat ban belakang motorku yang malang sudah hampir kempes sepenuhnya.

celingak-celinguk, tak kulihat kompresosr besar berwarna oranye di sekitar, tapi ada sekumpulan tukang ojek yang mangkal, ah mereka pasti tahu...

masih ada angin sedikit di ban itu , aku segera melaju pelan-pelan mendekati pangkalan ojek itu. alhamdulillah tidak jauh dari pangkalan, mereka menunjukkan si oranye besar, kompresor lengkap dengan abang yang mengoperasikannya, mereka tersebunyi di jalan samping, dibalik truk yang sedang terparkir.

"kempes bang! " aku ngeluh, segera si abang memeriksa ban belakang, seraya bertanya? "kurang angin?" "bocor kali bang" jawabku, soalnya tiba-tiba...

maka segeralah ia mengeluarkan keahliannya, menggunakan linggis kecil, di congkelnya ban itu sampai ban dalamnya bisa keluar setelah pentilnya di lepas menggunakan alat yang sering kulihat tapi tidak tahu namanya itu.

ia membuka katup angin dari kompresornya dan mengisi ban dalam-yang telah terekspose- dengan angin, dicarinya semburan angin dari ban dalam yang telah mengembang penuh itu dengan tangannya, setelah berapa lama ia mencurigai satu titik yang berada disisi luar tidak jauh dari pentil.

diambilnya lidi untuk menyumpal lubang yang amat kecil itu, agak kesulitan, lubang itu ternyata hampir tidak kasat mata, tapi tidak lama lidi itu sudah tertancap. langkah berikutnya ia recheck dengan menggunakan ember lebar berisi air, di celupkannya perlahan area sekitar lidi, untuk memastikan lubangnya suda tepat, "blubuk..blubuk.." terdengar suara dan gelembung udara yang keluar dari dekat lidi, yap itu lah dia sumber kebocoran. periksa tempat lain tidak ditemukan gelembung dan suara desis udara maka dipastikan kebocoran hanya terjadi di satu titik tadi.

menanggulangi problem ini dia mengambil sepotong karet untuk menambal, di potongya seukuran kira-kira 2x2 cm, lalu dipaskan pada area titik kebocoran tadi, bannya sudah dikempeskan dulu tentunya. ditempelnya karet tadi dengan lem, entah merek apa tapi kalengnya si Aibon, sebelumnya permukaan ban dalam di kikirnya agar sedikit menipis, sekaligus membersihkannya agar mudah ditempeli.

di keluarkannya semacam alat press yang dilengkapi rumah api di bawah platformnya. ditaruhnya potongan karet yang telah ditempel tadi pada platform tersebut yng permukaanya telah dilapisi kertas perak alumunium foil, sisa dari bungkus rokok kayaknya. diambilnya bantalan kayu, lalu dipress lah potongan karet yang telah dilem tadi, ditambah dituangkannya secangkir kecil spiritus yang dinyalakan apinya dan ditaruh pada rumahnya yang berada tepat di bawah platform.

jadilah selama beberapa menit potongan karet penambal tadi ditekan kuat dari atas dan di panasi dari bawah. sambil duduk menunggu spiritus habis, dikeluarkannya rokok. sambil bersantai aku mengatakan ini pertama kalinya motor ini ditambal setelah setahun. sambil terkejut ia melemparkan pujian, karena biasanya ia bisa mendapat motor yang sama bisa kembali sebulan sekali, bahkan pernah sampai tiga hari beturu-turut. paku katanya yang jadi penyebab. terfikir oleh ku apa mungkin penyebab bocornya ban ku juga karena paku.

diperiksanya api telah mati, lalu di percikkan air keatas platform, desis air menunjukka platform metal itu sudah teramat panas. dibuka press tersebut dan ajaib karet penambal sudah hampir menjadi bagian dari ban dalam itu sendiri.

sebelum dipasang, diperiksanya ban luar dengan memukulnya beberapa kali sambil diputar, di bagian tebawah terkumpul kotoran dan karat yang entah bagaimana menemukan jalan masuk ke dalam sana, di rabanya sambil membersihkan..tidak ada paku atau benda tajam, sambil mengelengkan kepala dan tersenyum, bukan paku kayaknya, mungkin sekedar berulang tahun saja, sambil melirik plat nomor motorku, tertulis disana 04-12, april 2012 berarti bulan ini usianya sudah setahun.

sambil tersenyum kubalas, memang sudah waktunya kali pak ya, ia mengangguk-angguk. berapa ongkosnya pak? 5000 rupiah saja. harga yang murah fikirku untuk sebuah keahlian berguna yang telah di masterinya dengan baik.

sambil berlalu aku mengucapkan selamat ulang tahun pada motorku yang malang Suzuki New Smash 110 cc, official bike untuk para dokter pas-pasan dari angkatanku, dipakai mulai dari residen bedah saraf, neurologi sampai dokter perusahaan obat dan dosen.

sebagai hadiah aku meberikannya perawatan rutin yang sudah lama tertunda di bengkel langganan, termasuk oli dan saringannya yang baru.

Selasa, 15 April 2008

Islamia Vol III No.3

Berada di sampingku sekarang Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam ISLAMIA Vol III No.3 atau edisi terbaru yang sampai ke tangan ku. kali ini mengangkat tema Wajah Universitas Islam : antara Islamisasi dan Sekularisasi-Liberalisasi. harganya cuma Rp 17.500,- murah sekali tidak sebanding dengan kualitas isinya.

Sebenarnya dari segi lay-out sederhana saja, pada rubrik surat pembaca diisi oleh antusiasme yang menyegarkan, menginsafkanku bahwa semakin banyak orang yang menyadari betapa pentingnya tema yang diangkat oleh Islamia. Pembahasan edisi ini tidak terlalu berat dan sejujurnya ada bagian yang terkesan asal jadi saja. menarik pemaparan mengenai ISTAC sendiri yang menarik orang untuk melihat sendiri, dan miris juga membaca sejarah IAIN/UIN betapa besar perbedaan antara dulu saat pertama kali di gagas dan kenyataan saat ini. kalau kesesatan orang bijak disiarkan, tentu akan banyak orang awam yang mengikuti jejaknya...

tapi ada kutipan yang layak masuk koleksi yang tercantum dalam pengantar edisi ini yaitu berkenaan dengan sentralitas peran universitas pada masa lampau yang diabadikan dengan amat baik pada slogan yanr tertera di pintu gerbang universitas Granada :

" Dunia hanya terdiri dari empat unsur : pengetahuan orang bijak, keadilan penguasa, doa orang shaleh dan keberanian ksatria"

nah buat kita yang saat ini berada di dunia pendidikan perlu banyak introspeksi, mampukah kita menghasilkan seorang yang alim, saleh, adil dan mujahid??

pada epilog terdapat tulisan menarik yang berjudul Dualisme oleh Hamid Fahamy Zarkasyi yang akan saya coba rangkum pada atau tulis ulang apa adanya pada post berikutnya


Selasa, 08 April 2008

Tarbawi-majalah islam

Tarbawi, "menuju keshalihan pribadi dan umat begitu tagline majalah islam yang satu ini. tarbawi adalah salah satu majalah favoritku dalam arti, bila ada yang baru maka langsung beli tanpa fikir panjang. menariknya adalah judul utama majalah ini terkadang/sering sekali mencerminkan masalah yang sedang kita hadapi atau mengajukan solusi yang sedang kita cari-cari..mungkin karena sifatnya yang universal dan menyentuh kedalaman jiwa manusia yang memang selalu diliputi masalah

sebagai contoh misal edisi yang sekarang ada di hadapanku berjudul "semua karena kasih sayang Allah " sebuah judul yang universal, siapapun yang membacanya akan tersadar bahwa masalah-masalah yang kini sedang bercokol dalam benak dan hati tidak lain adalah sebentuk ujian yang bila kita mampu bersabar dan pasrah pada Allah swt maka akan meningkatkan derajat keimanan kita, atau masalah ini adalah tempat kita mencuci bersih noda dosa yang meliputi hati, sungguh semua memang adalah kasih sayang Allah

membuka halaman majalah ini kita akan segera bertemu dengan salam dari redaksi, ada satu keunikan yang patut diperhatikan disini, yaitu diakhir paragraf pengantar dari redaksi ada satu kalimat yang konsisten terus muncul yaitu "intanshurullaha yanshurkum wayutsabbit aqdamakum" sebuah frasa yang berarti kurang lebih "tolonglah agama Allah maka Ia akan meneguhkan kedudukanmu" semua mantra pegangan bagi para da'i dan nampaknya juga bagi dewan redaksi

frasa ini-entah hadist atau kutipan ayat suci- memberi dorongan dan justifikasi bagi para da'i untuk All-out dalam berdakwah menegakkan kalimat islam, dengan harapan Allah akan membereskan semua urusan yang lain, bukankah Ia yang Maha menguasai segala sesuatu.
pemimpin redaksi majalah ini adalah Usr Ahmad Zairofi, aku hanya mengenalnya sekilas sebagai seorang yang amat disegani, terkesan tegas. aku mengenalnya saat bekerja di lembaga ruqyah milik majalah Ghoib, majalah lain yang rupanya ia pimpin juga.

kajian utama dari majalah ini biasanya berada pada urutan akhir unutk dibaca bagiku kecuali pada beberapa kesemapatan yang tidak banyak terjadi. umumnya aku akan langsung loncat ke rubrik Liqoat karena biasanya menampilkan person-person yang unik dari segi profesi, kiprah dan dedikasinya, seperti pada edisi ini menampilkan Rafly seorang musisi khas Aceh. rubruk Kiat juga menampilkan kontribusi dari pembaca yang seringkali menarik dan bermanfaat.

rubrik berikutnya adalah Dunia Islam yang pasti segera dibaca, tidak beda dengan berita-berita yang ditampilkan di detikcom atau eramuslim, begitu juga rubri ufuqiyat yang sifatnya analisa, namun secara umum berita-berita ini lebih adem penampilannya dan tidak provokatif. paling menarik adalah rubruk dzikroyat yang sering amat menyentuh, pada edisi ini menampilkan seorang penjual gorden keliling yang mendirikan perpustakaan bagi anak-anak di desanya, bayangkan! betapa besar pengorbanannya dan betapa besar manfaat yang ia berikan untuk sesama...

dulu ada rubrik yang khusus diisi oleh almarhum Ust Rahmat Abdullah yang tulisannya sering ajaib, termasuk bagi ku yang kalau sombongnya sedang muncul, percaya tidak ada tulisan yang tidak sanggup kucerna..tapi tulisan almarhum nampak sekali memperlihatkan kedalaman ilmunya dan keragaman bahan bacaannya, perhatiannya pada perkembangan masyarakat dan keluasan wawasannya serta tajamnya pisau analisis yang beliau miliki...jadi sedih sekali saat beliau wafat, dunia islam dan dunia dakwah amat kehilangan beliau. kebetulan aku sempat menjenguk saat beliau di rumah sakit (Cipto)- privilege komunitas dokter, maaf.-menyampaikan penghormatan pada seorang yang amat sederhana dan penuh perhatian, bertemu dan bercakap dengannya seakan Ia mengetahui banyak hal tentang kita padahal inilah kali pertama bertemu, demikiannya seorang da'i yang matang dan telah banyak makan asam garam.

beliau memiliki warisan cita-cita yaitu mendirikan sebuah gedung Nurul qur'an di bawah yayasan Iqro yang beliau dirikan 16 tahun lalu. kita bisa berkontribusi dengan membantu berinfaq untuk wakaf lahan dan bangunan kelak masing-masing sebesar 600.000/m2 dan 1.700.000/m2 ingin sekali rasanya ikut, mudah-mudahan Allah memberi rezeki yang cukup untuk ini.