as per req. dr Achmad Zaki M.Epid. SpOT disusun selasa 26 November 2013 diatas commuter line Bogor-Jakarta en route ke stasiun cikini, ketikan awal disusun di Microsoft One Note Nokia Lumia. Sumber referensi: Risalah Pergerakan (Hassal Al Banna), Wajah Dokter Indonesia ( {Prof.Sjamsuridzal Djauzi)
Rabu, 27 November 2013
Surat Terbuka PROKAMI untuk Indonesia (original version)
as per req. dr Achmad Zaki M.Epid. SpOT disusun selasa 26 November 2013 diatas commuter line Bogor-Jakarta en route ke stasiun cikini, ketikan awal disusun di Microsoft One Note Nokia Lumia. Sumber referensi: Risalah Pergerakan (Hassal Al Banna), Wajah Dokter Indonesia ( {Prof.Sjamsuridzal Djauzi)
Minggu, 24 November 2013
Persepsi masyarakat terhadap Ilmu Pengetahuan
Sabtu, 05 Mei 2012
Africanis : A Dog Story
Sejak lama saya merasa ada makna lebih yang dimaksudkan oleh penulis dengan menggunakan analogi africanis ini. Baru-baru ini saya tiba-tiba teringat kembali bagaimana Mr. Forsyth merangkai cerita dibalik hidup Jan Marais dan bagaimana perwira intelijen inggris kita mampu mengendus kebenaran dan membuktikannya. Saya teringat lagi akibat kemenangan kecil di laboratorium kemarin, keberhasilan yang sudah saya incar sejak setahun lalu. Hanya soal kesempatan, waktu, dan kesabaran.
Cerita dari NUS : Laboratorium In Vitro Elektrofisiologi
![]() |
| Patch Clamp Rig |
Kamis, 21 April 2011
Cerita dari Laboratorium kultur sel
Sabtu, 01 Mei 2010
Identitas Kelompok dan Toleransi
Selasa, 13 April 2010
Induced Pluripotent Stem Cell
Selasa, 23 Maret 2010
Setiap Penyakit Ada Obatnya
Kamis, 04 Februari 2010
Sampai Kapan Kita Terlena ?
Kesaksian tetangga melihat pertama sang suami yang pergi, disusul oleh Istrinya beberapa hari kemudian, selang 4 hari tetangga/pemilik kontrakan semakin terusik dengan suara tangis anak-anak yang tidak kunjung berhenti maka dilihatnya pemandangan yang amat memilukan…ketiga bersaudara itu tergeletak lemas dikamar dalam rumah yang digembok dari luar, kulit pisang terlihat bekas dimakan ...luar biasa mengerikan bukan ?
Selasa, 12 Januari 2010
Dokter Spesialis Kulit Arthalyta a.k.a Ayin
“Arthalyta Sedang Dirawat Wajahnya oleh Dokter Spesialis”
pada harian lain dinyatakan sebagai dokter spesialis kulit sementara yang lain ada yang menyebut pengobatan gigi.
sebelum lanjut perlu saya beritahu bahwa pemberitaan di media perlu di sikapi dengan bijak karena di era ini tidak ada berita yang berimbang, pemberitaan berimbang dan cover both side sudah kadaluarsa. Ideologi yang dianut saat ini adalah keberpihakan, jadi selalu yang saya pegang adalah jangan mengambil keputusan atau pendirian semata atas informasi media semata, do your own research !!
Pengistimewaan Ayin di Rutan Pondok Bambu rasanya tidak bisa dibantah lagi, ibarat hardisk, para petugas Lapas dan mungkin pejabat diatasnya sudah pasti mengandung bad sector dan file-file yang corrupt. Sesuai judul, yang ingin saya bicarakan adalah keterlibatan seorang dokter spesialis kulit yang konon sedang memberikan perawatan kecantikan pada Ayin.
Kamis, 22 Oktober 2009
Tepian Terra Incognita
Saya rasa siapapun di generasi saya mengetahui tagline Star Trek diatas, sama seperti generasi sebelumnya mengenal Darth Vader dari Star Wars. Sejak kecil saya selalu terkesima dengan bintang-bintang di langit malam dan angkasa luar, namun baru sekarang saya mengerti alasan dibaliknya. Setelah saya fikirkan belakangan ini, yang menjadi magnet sebenarnya adalah sebentuk kerinduan…kerinduan untuk berada di perbatasan terakhir dan memandang ke seberang penuh rasa ingin tahu.
Sekarang saya sadar perbatasan terakhir itu tidak melulu berarti angkasa luar, perbatasan itu ternyata juga dapat berarti batas wilayah yang diterangi cahaya pengetahuan. Ketika seseorang menggali lapisan-lapisan pengetahuan sampai pada pertanyaan yang belum terjawab, ia mengangkat kepalanya dan menyadari keganjilan bahwa tidak seorangpun di muka bumi memiliki jawabannya dan serta merta merasakan antusiasme puluhan orang di berbagai negara yang sedang berlomba mencari jawabannya….
Jumat, 07 Agustus 2009
Mitokondria : Sebuah Kisah Cinta Abadi
Saya kira semua orang tahu dan pernah membaca Harry Potter dan bagaimana ia mendapat reputasi sebagai the boy that survived , Voldermont tidak mampu menyentuh apalagi mencederainya karena perlindungan- menurut Dumbledore, an ancient protective charm yaitu cinta seorang ibu. Pengorbanan ibu telah memberikan Harry perlindungan dari sihir hitam sampai mencapai usia baligh.
Masih mengenai Ibu, dalam Islam kita mengenal suatu hadist yang mengatakan bahwa syurga berada di telapak kaki ibu, mengindikasikan betapa terhormat posisi seorang ibu dalam kehidupan, ditambah lagi hadist lain yang mengatakan sampai tiga kali untuk kita menghormati ibu sebelum menghormati ayah kita, Ibu,ibu, ibu baru lah ayah.
Who should i give my love to, my respect, my honour to, who should i give good mind to, after Allah and Rasulullah comes your mother, who next ? your mother ? who next ? your mother and then your father.
Kamis, 28 Mei 2009
Memilih atau Tidak Memilih
Minggu, 26 April 2009
Komplikasi Domestik Reumatik
Reumatik adalah salah satu penyakit yang bikin saya mati kutu..bagaimana ya..sebenarnya dulu waktu stase IPD, giliran bagian reumatologi itu salah satu yang menyenangkan..itu kalau memeriksa dengkul ama tumit nenek-nenek termasuk mengasyikkan. Anyway kali ini saya mau bercerita tentang Ibu M.
Rabu, 15 April 2009
Kebaikan Pada Akhirnya Akan Menang
sistem yang student centered dan evidence based, sistem yang dipenuhi proses diskusi, belajar mandiri, pembuatan laporan, sistem yang memungkinkan kita menemukan "AHA" secara mandiri, sistem yang memungkinkan kita membuat konstruk ilmu dalam kepala kita dengan cara yang paling personal dan unik milik kita sendiri adalah pengejawantahan dari keyakinan saya tersebut.
Sabtu, 28 Maret 2009
How to deal with a Toddler
Selasa, 21 Oktober 2008
Hak Dasar Kehayatan Sebuah Komentar
Ini keluhan seorang perempuan usia hampir 40 tahun dan belum menikah. Mungkin, keluhan itu sudah didengar oleh banyak orang sebelum akhirnya sampai ke telinga saya. Begini. perempuan itu menyesali dirinya mengapa belum juga bertemu jodoh. Padahal, dia sudah puluhan tahun mengharapkannya. Dalam keluhan itu, dia bilang bahwa dirinya sehat lahir batin, secara fisik tak kurang suatu apa, berpendidikan baik, masih punya orang tua lengkap, dan berpenghasilan tetap pula. "Saya memang punya penampilan biasa-biasa saja, tidak rupawan. Apakah ini penyebabnya?"
Saya dengar keluhan perempuan itu tidak hanya berhenti di sini. Dia, konon, juga mempertanyakan hak-hak dasar kehayatannya. Kurang lebihnya, dia bertanya, bila para perempuan bersuami bisa mendapat hak-hak dasar kehayatan mereka: punya anak, menyusui, dan seterusnya, sementara dia malah menderita dalam kesendirian. Siapa yang bertanggung jawab? Atau, kehidupan ini memang tidak adil?
Meskipun saya tidak mengenal langsung perempuan itu, keluhannya cukup lama menjadi bahan perenungan. Ya, rasanya keluhan panjang itu bisa dimengerti karena hak kehayatan dia sama dengan perempuan lain yang berumah tangga. Lain halnya bila perempuan itu dengan sukarela melepaskan hak-hak dasarnya tadi. Dan, perempuan (juga lelaki) yang seperti ini pasti amat sedikit jumlahnya. Belum lagi, bila diingat, menikah adalah sunah Nabi.Saya makin tercenung ketika mendengar bahwa perempuan itu melanjutkan keluhannya dengan bertanya, mengapa nilai-nilai agama dan budaya bisa menghambat dirinya mendapat hak-hak dasar kehayatan?
Pertanyaan terakhir ini amat menohok. Dan, saya berharap bukan hanya saya yang merasakan tohokan itu. Sebab, terasa ada kebenaran dalam keluhan perempuan itu. Bahkan, tohokan itu juga menuding kita yang telah mengabaikan 'kefakiran' serius yang sedang diderita oleh seorang Muslimah seperti dia.
Ambillah pengandaian bila perempuan tadi terpaksa menempuh caranya sendiri untuk mendapatkan hak-hak dasar kehayatan itu. Maka, kita paling-paling akan mengutuknya. Dan, kita tidak sadar telah bersalah mengabaikan kefakiran dia, yakni kefakiran yang bisa melebihi seriusnya kelaparan fisik. Bahkan, kefakiran jenis ini bukan monopoli perempuan. Tidak sedikit lelaki dewasa di sekitar kita yang telah cukup syarat, namun karena suatu hal, dia terhambat untuk menikah. Dan, lagi-lagi, bila lelaki itu suka ngeluyur, kita pun hanya akan mengutuknya.
Uraian ini sudah jelas arahnya. Yakni, pertanyaan mengapa kita kurang perhatian terhadap sesama yang menderita kefakiran akibat tidak terwujudnya hak-hak dasar biologis mereka? Bila kefakiran dalam hal materi sudah mendapat perhatian, mengapa kefakiran jenis terakhir ini diabaikan?
Saya kira, sudah saatnya kita membangun kesadaran terhadap kefakiran yang nyata dan lumayan masif ini di tengah kita. Maka, diharapkan kelompok-kelompok pengajian, lembaga masjid, dan organisasi-organisasi keagamaan yang besar segera bertindak. Dalam ukuran kecil pun, setiap pribadi Muslim atau Muslimah bisa menjadi mak comblang, menolong "orang-orang fakir" ini, membantu teman atau saudara menemukan jodoh. Saya percaya, menolong si fakir jenis ini pahalanya tidak kalah besar dengan menolong fakir lapar.
NU dan Muhammadiyah jangan biarkan warganya terpaksa mengiklankan diri di koran untuk mencari jodoh. Bahkan, lebih baik lagi bila biro jodoh, atau apalah namanya, milik NU dan Muhammadiyah bisa membantu siapa saja untuk mendapat hak-hak dasar kehayatan secara sah dan benar. Dengan demikian, tidak ada lagi keluhan bahwa dalam hal mendapat hak-hak dasar kehayatan, kehidupan ini tidak adil. Juga, tidak ada lagi pertanyaan yang sangat menyengat, mengapa nilai-nilai budaya dan agama bisa menghambat orang untuk memperoleh hak-hak dasar kehayatan.
Saya kira kita banyak melihat kasus seperti perempuan diatas, mungkin keluarga dan famili kita sendiri atau teman-teman disekitar kita, ini adalah masalah yang nyata. Menarik sekali bagi saya bahwa ternyata tidak kita sadari bahwa setiap manusia juga berhak menjalani hidup yang penuh - living a full life a marriage life- selain memiliki hak untuk hidup dan hak-hak reproduksi yang banyak di bicarakan.
hak untuk sebuah kehidupan dengan pasangannya dalam sebuah ikatan pernikahan, hak untuk mengandung seorang anak bagi sang istri dan hak untuk menimang dan membesarkan anak mereka. hak yang mungkin terabaikan karena kehidupan pernikahan dalam peradaban barat saat ini sudah amat menyedihkan. memang hak ini tidak otomatis akan membawa kebahagiaan bila seandainya terpenuhi, sebagian bahkan menyadari bahwa dirinya berpotensi menghadapi penderitaan seumur hidup, namun ia juga memiliki kesempatan yang sama mendapat kebahagiaan seperti menjalani kehidupan itu sendiri yang kata orang- seperti di meja Roulette.
Sebagian individu yang belum mendapatkan haknya ini selama banyak menyandarkan nasibnya ini pada ketentuan Sang Pencipta yang mana memang menguasai urusan perjodohan ini. Saya yakin pasti mereka sudah berusaha semampu mereka dan dalam usaha ini pun mereka dibatasi aturan-aturan syariat yang mengatur hubungan dan pergaulan antara lelaki dan perempuan, sebagian ada yang mengabaikan aturan syariat ini karena ketidaktahuan atau semata kesombongan belaka namun pada dasarnya mereka merasakan hal yang sama yaitu dorongan fitrah mencari pasangannya masing-masing.
yang jelas saya sepakat dengan kutipan diatas bahwa sejatinya belum terpenuhinya hak dasar kehayatan pada anggota masyarakat adalah tanggung jawab masyarakat, bukan sekedar tanggung jawab individu tersebut semata, semakin dimengerti bahwa kebiasaan orang tua zaman dahulu yang menjodohkan anaknya bukanlah kesewenang-wenangan namun bagian dari kebijaksanaan dalam kehidupan. Kita sebagai orang tua dan sebagai anggota masyarakat harus berusaha menjadi jalan terciptanya perjodohan yang dinanti-nantikan, bukan kah itu rezeki juga, mereka mendapatkannya karena pintu-pintu dan keran-keran rezeki yang kita buka.
mencarikan jodoh yang baik untuk anak kita, berpedoman pada sunnah rasul saat ada lelaki yang datang melamar, meringankan mahar, menyederhanakan prosesi pernikahan dan banyak lagi yang bisa kita lakukan. di lain pihak mereka yang saat ini masih mencari pasangannya agar menggunakan standar rasul dalam hal ini lihatlah agamanya dahulu sebelum yang lain, dan jangan terjebak pada aspek fisik semata, kebetulan saya habis nonton film "Mongol" ternyata bagi suku-suku mongol istri yang ideal bukan lah yang berkulit putih, ramping dst tapi yang kakinya besar, wajahnya bulat dst, intinya semua standar fisik ini adalah semu, standar yang kita pakai sekarang semata adalah cara pandang peradaban barat yang sedang dominan dalam kehidupan kita saat ini.
Banyak anak muda sekarang juga sedemikian mengagungkan Cinta, mereka mencari cinta sejatinya atau soul mate-nya, alhasil mereka terlambat menikah bahkan menghalangi tepenuhinya hak dasar orang lain. saya katakan pada mereka cinta jangan dicari, tapi ciptakan cinta dalam kehidupan anda, ini hanya bisa dilakukan bila anda percaya cinta sejati hanya milik Allah swt semata, dan Allah pun akan melihat cinta yang anda upayakan tersebut dan InsyaAllah memberkahinya dengan segala kebaikan di dunia yang sesaat dan membalasnya dengan Syurga di akhirat yang abadi
Ada kebiasaan lain yang juga menghambat terpenuhinya hak tersebut, opini anti poligami ! Ibu-Ibu yang telah bersuami tentunya mudah saja mengambil opini ini, namun penolakan dan kampaye yang masif terhadap opini ini sudah menciptakan dinding sosial, dan pelanggarnya akan menjadi bulan-bulanan masyakarat.
ah saya sudah bicara panjang lebar, terakhir memang sudah seharusnya dan menjadi tanggung jawab pula agar setiap keluarga, organisasi agama dan organ masyarakat lainnya menjadikan masalah ini sebagai salah satu fokus programnya, karena bersamaan dengan terabaikannya satu hak maka kita telah menbiarkan terjadinya satu kezaliman yang lain.
Senin, 22 September 2008
Menghormati Yang Berpuasa
Jumat, 15 Agustus 2008
Air Asia a Better Low Cost Carier
Last week I flew to
Air
There are many way to satisfy customer but certainly not with draging them to a different terminal by a bus. Air
A passenger who never before have experience with Air Asia should feel less comfortable with the mentioned policy. I assure you their steward and stewardess still as good looking and pretty as other airline and perform their duty as good as it is. If a delay is unavoidable they still gave us meal, and most important they did not get my baggage lost.
To conclude this, all I can say is although Air Asia handle things differently, and ordinary paper for ticket and a bus solar for avtur, they still can satisfy their passenger. I can offer no complaint so I think even they are not the best still I assure you they are better than the others.
( tulisan ini di buat untuk berlatih writing dalam bahasa inggris bukan untuk promosi, penulis tidak mendapat apapun dari Air Asia, tapi berharap mendapat masukan tentang struktur dan gaya penulisan )
Jumat, 25 Juli 2008
Tehnik Khitan
tidak dapat dipungkiri preferensi masing-masing dokter banyak mendominasi tekhnik apa yang paling nyaman untuk dirinya tentu dengan pertimbangannya masing-masing. dan berikut dibawah ini adalah tehnik yang saya rasa nyaman untuk saya, sebenarnya tidak berbeda jauh dengan apa yang dulu saya pelajari.
Perlengkapan
Sebelum mulai menerima pasien untuk dikhitan, terlebih dahulu kita harus melakukan persiapan.
- Minor set/Sirkum Set terdiri dari : gunting dengan ujung tajam dan tumpul, pinset anatomis, Klem lurus 3 buah, Klem bengkok (mosquito) 1 buah, Neddle holder 1 buah-saya lebih suka bila semuanya berukuran kecil-sedang bukan yang besar-besar.
- wadah stainles untuk minor set- semuanya ini dalam kondisi steril
- berikut dibutuhkan jarum cutting ukuran kecil-sedang dan benang cat-gut plain ( lebih asyik lagi bila ada yang atraumatik)
- spuit 3 cc dan lidocain 2% (saya tidak suka merk phapros)
- kassa steril yang banyak
- plester yang merah (jangan yang tebuat dari kertas)
- trifamycetin zalf atau sofratule bila ada.
- duk steril-lebih disukai berwarna hijau
- handskun steril ukuran sesuai tangan
- meja untuk pasien berbaring beserta perlaknya dan kipas angin, serta pencahayaan yang baik
- adrenalin yang sudah dimasukkan dalam spuit untuk jaga-jaga saja
- alkohol 70 % dan betadine
- tempat sampah
Persiapan
sebelum dimulai kita pastikan identitas pasien, usia dan conset dari orang tua/walinya. usahakan membangun komunikasi dengan anak tersebut, tanyakanlah siapa nama panggilannya?, udah kelas berapa?, udah bisa ngaji belum?, udah bisa sholat belum? saya selalu menanyakan apakah ia ingin di khitan dan berani ? saya jelaskan bahwa nanti akan di suntik, terasa sakit sedikit, tolong ditahan ( kan udah gede :) ) setelah itu tidak akan terasa sakit lagi. mungkin terasa burungnya di bersihkan, atau terasa dingin (paha bagian dalam tersentuh alat) dan perih karena di kasih betadin.
penolakan pasti ada, pasti akan muncul air mata, kita harus persuasif tapi saya berusaha keras untuk tidak berbohong ( kecuali terpaksa ). bagi saya pendekatan awal ini penting karena akan memudahkan kita bekerja selanjutnya, tentu lebih mudah bekerja pada anak yang menangis keras, dari pada anak yang menendang-nendang.
Pemeriksaan Awal
berikutnya kita minta untuk menurunkan sarung/celananya untuk diperiksa kondisi penisnya, harus kita pastikan bahwa tidak ada kontraindikasi seperti hipo/epispadia, atau kondisi lain yang membuat kita ragu. lihat juga adanya indikasi seperti fimosis atau buried penis. pertanyaan yang berguna pada tahap ini adalah apakah anak bila buang air kecil memancar jauh atau menetes-netes? (hipo/epispadia) ada alergi obat? apakah luka susah sembuh? (kelainan pembekuan darah)
bila semua OK , kita minta anak berbaring, jelaskan peraturannya dahulu yaitu, kedua tangan diletakkan dibelakang kepala, jangan sekali-kali turun kebawah, kaki tidak boleh diangkat-angkat, dan pantat tidak boleh geser kiri-kanan, bila terasa sakit boleh menangis yang keras (posisi tubuh tidak berubah) tapi bila tidak sakit tidak boleh menangis.
minta agar orang tua ( ibu lebih baik) mendampingi anak, posisi ibu di bagian kepala anak menghadap ke wajahnya ( sekaligus menghalangi arah pandang anak ke bawah ) tapi jangan menutupi jalan napasnya.
Asepsis dan Antisepsis
sekarang kita beralih ke penis, pada tahap ini kita memakai sarung tangan dan mulai membersihkan lapangan operasi dengan betadine, mulai dari penis terus melingkar dari dalam keluar seluas-luasnya ( sampai ke paha dan SIAS ) saat kassa betadine telah menyeka daerah perineum buang kassa itu dan ganti yang baru. setelah puas membersihkan saatnya kita melakukan anestesi.
Anestesi
saya menggunakan blok di pangkal/dorsal penis dikombinasi dengan infiltrasi. bersihkan kulit dengan alkohol di pangkal penis bagian dorsal. tusukkan jarum tanpa ragu-ragu, sampai menusuk fascia buck ( seperti menusuk selapis kertas ) pengalaman saya kira-kira setengah panjang jarum dimasukkan agar yakin. deposit 1 cc disana, lalu angkat sedikit (tanpa keluar dari kulit ) dan tusukkan kembali dengan sudut 30 derajat ke kanan deposit 0,5 cc dan ulangi di arah kiri. selesai cabut jarumnya. lakukan infiltrasi di ventral penis kira-kira di pertengahan atau sekitar corona penis. jepit kulit daerah ventral dengan ibu jari dan telunjuk dan tusuk mendatar kearah distal diantara ibu jari dan telunjuk, depositkan o,5 cc- harus berhati-hati karena disini berjalan vena besar tepat di raphe penis, jangan sampat tertusuk.
sambil menunggu obat berkerja kembali buka komunikasi dengan anak, setelah beberapa menit tes apakah obat sudah bekerja dengan cara menjepit bagian-bagian preputium dengan klem, di dorsal, ventral dan tempat lain yang dirasa perlu. bila anak menangis saat di jepit, dan tangisan berhenti saat jepitan dilepas berarti obat belum bekerja. terkadang anak menangis terus menerus meski tidak di apa-apakan (karena takut) perhatikan volume tangisan apakah semakin keras saat di jepit atau tidak.
bila kita telah yakin anestesi telah bekerja tunjukkan pada orang tuanya agar mereka juga mengerti, jangan sampai terjadi salah faham. sebaliknya bila kita tidak yakin jangan ragu untuk mengulangi anestesi. jangan lupa duknya dipasang.
Smegma
Tahap berikutnya adalah kita buka kulup/preputium sampai kita melihat dengan jelas glans penis dan coronanya, selama proses yang mirip mengupas ini, kita mungkin akan mendapati smegma ( saya menyebutnya nasi :) ) di corona, bisa banyak, sedikit atau tidak ada sama sekali.
saat mengupas bisa jadi lengket sekali, gunakan klem bengkok untuk memperlebar lubang preputium, dan gunakan kassa bersih supaya tidak licin, pesan saya pada tahap ini adalah "agresif" dan gunakan tenaga.
bila semua telah terbuka, smegma sudah dibersihkan, bersihkan kembali dengan betadine. kembalikan preputium ke posisi semula.
Dorsumsisi
gunakan klem lurus untuk menandai posisi jam 12 pada preputium, dan jadikan patokan untuk mencari jam 10 dan jam 2, pasang klem di kedua posisi ini sedalam mungkin ( jangan cuma menjepit sedikit). terakhir pasang di jam 6, tepat di garis tengah dan ujung klem tidak jauh dari orificium uretra eksternum (OUE).
setelah yakin posisi ketiga klem mantap, ambil gunting ( bismilah dan sholawat dulu ) dan lakukan dorsumsisi, gunting pada jam 12, ujung gunting yang tajam berada diluar, yang tumpul di dalam, dengan sedikit mengungkit, gunting tanpa ragu sampai terlihat corona.
darah akan mulai keluar siapkan kassa untuk men-"dab", menyeka darah dengan tekanan ringan kassa agar darah terserap dan lapangan operasi terlihat lagi. bila perdarahan yang terjadi dirasa banyak, cari sumber perdarahan dibawah kulit dan klem lalu ikat dengan catgut.
untuk mencari sumber perdarahan gunakan klem dan pinset dengan harmonis, pakai pinset untuk mengangkat mukosa yang dicurigai, minta asisten men-dab dan perhatikan darimana darah keluar, bila teridentifikasi, segera klem dan jahit ( pakai jari jangan jarum) mukosa yang terjepit oleh klem. bila klem menjepit tempat yang benar maka darah akan berhenti mengalir.
setelah perdarahan terkendali, lakukan jahitan di jam 12, pastikan anda menjahit mucosa dan kulitnya, hati-hati jangan sampai glans terjahit/tertusuk, mulailah menjahit membelakangi glans, bukan mengarah ke glans. berikutnya kita lakukan sirmuksisi.
Sirkumsisi
dengan gunting yang sama dan tehnik yang sama, kita potong mucosa dan kulit dari arah jam 6 menuju jam 12 (atau sebaliknya) dengan arah potong yang melengkung mengikuti corona. pada saat memotong di sekitar jam 6 jangan terlalu mepet dengan klem jam 6. klem ini memegang pembuluh darah, kita tidak ingin vena ini terpotong. kembali di sini akan terjadi perdarahan, bila banyak cari sumbernya, klem dan jahit, sampai keadaan terkendali.
langkah berikutnya adalah kita melakukan jahitan angka 8 di jam 6. saat ini tinggal satu klem tersisa di jam 6 dan glans penis beserta coronanya telihat jelas. jahit mucosa dan kulit disekitar ujung klem pastikan kulit terbawa, setelah di ikat (simpul I), tanpa di gunting, jahit juga sisi yang berlawanan ( simpul II ), lalu ujung simpul I diikatkan lagi lewat bawah klem dengan ujng simpul II, hingga keduanya menyatu dan menjerat kulit dan mucosa yang saat ini dijepit oleh klem, ulangi bila perlu, yang penting kita yakin simpulnya sudah kuat. lepas klemnya dan potong kulit yang tersisa.
setelah itu jahit mucosa dan kulit di jam 9 dan jam 3 dan kendalikan perdarahan yang terjadi bila semua OK maka kita sudah selesai.bersihkan dengan betadin semuanya, buka duknya dan tutup daerah jahitan sepanjang corona dengan kassa steril dengan lapisan sofratule/kemicetine di bagian dalamnya dan di plester. pastikan tidak menutupi dan terlalu dekat dengan OUE.
Pesan-pesan
pesankan agar anak tidak banyak berlari-lari dahulu, makan yang banyak, kalau kencing agak menunggung sedikit atau menggunakan botol aqua, intinya jangan sampai kassa bagian bawah terkena urine, mandi boleh tapi kassa tidak boelh basah. kontrol setelah 3 hari, saya biasa menggunakan amoksisilin 250 3 x1 dan asam mefenamat 250 3x 1.
sampai sini kita sepenuhnya selesai.
