Senin, 28 April 2008

Rastinah dan Rasingkem

Hari menjelang sore, hari sabtu lalu, aku sedang santai menunggu azan Ashar berkumandang, lalu pulang dari tugas jaga ku hari itu di Rumah Bersalin Gratis Rumah Zakat Indonesia. Saat asyik melihat-lihat berita terkini di situs RZI, rupanya ada pasien baru. Rastinah dan Rasingkem, dua bersaudara dan ibunya serta bibi dan seorang sepupunya. Dua gadis kecil ini dengan namanya yang unik, melangkah masuk pertama kalinya ke klinik kami, bau matahari menguar dari rambut mereka, bercampur dengan bau keringat, kulit mereka hitam terbakar matahari, dan rambut mereka menguning, mereka sekeluarga adalah pemulung.

daerah operasi mereka sekitar pasar pulogadung, tinggal di suatu tempat di pinggir kali, selama 5 tahun terakhir. mereka tidak sakit terlalu parah, namun salah satunya sudah 2 minggu sakit. demam, batuk dan keluhan yang biasa pada musim seperti ini. yang menarik hatiku adalah keunikan nama mereka, dan rima yang ditimbulkannya, serta bau etnik yang masih kental pada nama tersebut, tak kukira akan bertemu nama seperti itu di belantara jakarta ini.

bincang-bincang dengan mereka perlu kesabaran ekstra, karena mereka banyak menggunakan bahasa daerah yang sepintas seperti bahsa jawa, hanya beberapa kata yang bisa kutangkap, kutanya dari daerah mana mereka berasal, Indramayu jawabnya. jadi itu memang bahasa jawa, meski Indramayu masuk dalam wilayah jawa barat, tapi memang banyak dipengaruhi bahasa jawa meski bahasa sunda masih terdengar, tapi bila dibanding dengan bahasa yang biasa terdengar di Bandung jauh lebih halus.

kutanya karena sudah 5 tahun di jakarta, apa sudah punya KTP jakarta? belum jawab mereka, bukan tidak mau,tapi mahal sekali menurut mereka, sehari mereka cuma dapat kira-kira 20.000 rupiah. KTP Indramayu sih ada katanya, cuma disana mereka tidak punya apa-apa, sawah pun tidak, mereka cuma buruh disana. Indramayu sering disebut-sebut, bila kita berbicara masalah TKI dan traficking, juga wanita penghibur,wisma dll. Jadi mereka ini segmen warga yang lebih tidak beruntung lagi karena mereka menjadi pemulung, tapi disisi lain mungkin mereka malah amat beruntung karena terlepas dari pusaran dosa. if u know what i mean.

mereka hijrah ke Jakarta berharap ada perbaikan dalam kehidupan, jadi teringat pada Fauzi Bowo dan gubernur DKI sesudahnya, kaum urban seperti ini akan selalu menjadi beban mereka, tidak adanya KTP berarti mereka tidak akan mendapat pelayanan kesehatan yang menjadi program pemerintah seperti jamkesmas, sktm dll.

tapi harapanku adalah hidup mereka tidak berakhir disini, akhir seperti ini terlalu sesak namun seperti yang semua orang tau tidak ada yang abadi di dunia,semua pasti berubah, yang abadi hanya perubahan itu sendiri.

Jumat, 18 April 2008

Kesalahan Umum Tanda Vital dan RL 2007

Kesalahan yang umum dilakukan mahasiswa pada skilllab tanda vital dan Rumple Leed pada ujian yang terakhir sebenarnya tidak banyak, terutama bila dibandingkan dengan periode ujian sebelumnya dari materi ini.

yang sering terjadi adalah saat pemeriksaan tekanan darah, laporan yang diberikan kurang lengkap. bila kita hitung baik-baik pada chekclist, laporan yang harus diberikan setidaknya ada 4 : 1. laporan tekanan saat nadi brachialis tidak teraba lagi
2. laporan systolic palpatoir
3. laporan tekanan sytolic dan diastolic
4. laporan akhir tekanan darah ( sytolic/diastolic)

laporan tekanan systolic pada no.3 dan 4 diperoleh dari auskultasi dengan bel, bukan dari systolic palpatoir. pemeriksaan auskultasi dengan bel bukan membran.

Sytolic adalah bunyi yang pertama terdengar, diastolic adalah bunyi yang terakhir terdengar.

yang juga sering terjadi kesalahan pada pemeriksaan rumple leed adalah saat membuat daerah pengamatan. lingkaran ini harus dibuat, diukur dengan benar, sekian jari dari fossa cubiti, dengan diameter 5 cm menggunakan penggaris. pada prakteknya saat ujian bisa saja penguji mencegah agar kulit pasien tidak benar-benar dicoret, namun jangan berfikir bahwa lingkaran tidak perlu dibuat karena tokh nanti juga dicegah, jangan. harus terlihat ada niat sungguh untuk membuat daerah pengamatan, masalah nanti dicegah itu soal lain..

juga saat memeriksa daerah pengamatan harus benar-benar merunduk dan mendekatkan mata, bukan sekedat melihat sekilas, karena petechiae itu kecil, dan kalau tidak konsentrasi bisa terlewat, ini bukan berarti di tangan pasien ada peteciaenya, ini masalah niat, bukan masalah hasil.

yang lainnya sudah baik, pengalaman saya tidak ada yang kehabisan waktu, jauh lebih baik dari sebelumnya.

baiklah, selamat Ujian Her.

Kamis, 17 April 2008

Dualisme

Dalam sebuah acara talk-show di sebuah stasiun TV Inggris tahun 90-an ditampilkan isu pelacuran. panelisnya pendidik, pastur, tokoh masyarakat dan beberapa pelacur. Hampir semua menyoroti profesi pelacur dengan nada sinis. Pelacur adalah sampah masyrakat. Pelacur mesti dijauhkan dari anak-anak. Merusak adat kesopanan sosial dan seterusnya.

Tapi yang menarik giliran pelcur angkat bicara. "Saya memang pelacur. Dan saya melakukan ini karena saya janda. Saya menjalani profesi ini unutk menghidupi tiga orang anak saya. Kalian boleh saja mencemooh. Tapi siapa yang perduli jika anak-anak saya kelaparan, siapa! siapa!" ia berteriak lantang. "Supaya kalian semua tahu, lanjutnya, saya memang pelacur tapi hati saya tetap suci". Hadirin pun bersorak.

Nampaknya orang bersorak bukan karena ia pelacur, tapi karena ia seorang dualis. Menjadi pelacur dan merasa suci. Dua sifat yang kontradiktif. Yang saya heran justru mengapa mereka bersorak. Sebab doktrin dualisme sudah lama berakar di dalam pemikiran Barat. Asal usul terdekatnya adalah filsafat akan (philosophy of mind) yang digemari Descartes, Kant, Leibniz, Christian Wolf dll. Menurut Christian Wolf misalnya "the dualist (dualiste) are those who admit the existence of both material and immaterial substances" tapi wujud materi dan jiwa terpisah. pengertian ini disepakati oleh Pierre Bayle dan Leibniz.

Bahkan konon Barat mewarisi dari kepercayaan Zoroaster (1000 SM) di Timur. Dunia dianggap sebagai pergulatan abadi antara kebaikan dan kejahatan. Thomas Hyde menemukan doktrin ini dalam sejarah agama Persia kuno (Historia religionis veterum Persianum, 1700). Doktrin Zoroaster diwarisi oleh Manicheisme dan diramu dengan dualisme Yunani. Tuhan Akhirnya dianggap sebagai person dan juga materi.

Bagi orang Mesir kuno R- adalah tuhan matahari simbol kehidupan dan kebenaran. Lawannya adalah Aphopis lambah kegelapan dan kejahatan. Deva dalam agama Hindu adalah tuhan baik, musuhnya adalah asura tuhan jahat. Di Babylonia peperangan antara Marduk dan Tiamat adalah mitos yang mewarnai worldview mereka. Mitologi Yunani selalu menampilkan peperangan Zeus dengan Titans. Di Jerman antara Ases dan Vanes, meski berakhir damai.

Dalam Filsafat, Pythagoras adalah dualis. segala sesuatu diciptakan saling berlawanan : satu dan banyak, terbatas dan tak terbatas, berhenti-gerak, baik-buruk dsb. Empedocles setuju dengan Pythagoras, baginya dunia ini dikuasai oleh dua hal cinta dan kebencian. Plato dalam dialog-dialognya memisahkan jiwa dari raga, inteligble dari sensible.

Tapi apakah dualisme itu benar-benar realitas? atau sekedar persepsi yang menyimpang? Sebab nilai-nilai monistis (kesatuan) dalam realitas juga ada dan riel. Heraclitus dan Parmenides mengkritik dualisme Pythagoras. Banyak itu pun berasal dari satu yang abadi. Yang dianggap saling berlawanan itu sebenarnya membentuk kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Aristotle ikut-ikutan. Dualisme Plato juga tidak benar. Jika jiwa diartikan bentuk (form) dari raga alami yang berpotensi hidup maka jiwa adalah pasangan raga. Jadi jiwa dan raga adalah suatu kesatuan. Tapi Aristolte ternyata masih dualis juga. Ia memisahkan akal dari jiwa.

Dalam kepercayaan kuno pun unsur monisme juga wujud. Marduk ternyata turunan dari Tiamat. Zeus dan Titan berasal dari moyang yang sama. Leviathan ternyata diciptakan Tuhan. Pemberontak Mahbrata adalah dari keluarga yang sama. Dalam agama Zoroaster kebaikan selalu dinisbatkan pada Ahura Mazda atau Ohrmazd sedangkan kejahatan disifatkan kepada Ahra Mainyu atau Ahriman. Tapi dalam kitab Gths kebaikan dan kejahatan adalah saudara kembar dan memilih salah satu karena kehendak.

Para pemikir Kristen mulanya mengikuti Plato, tapi mulai abad ke 13 mereka pindah ikut Aristotle dengan beberapa modifikasi. Di zaman Renaissance dualisme Plato kembali menjadi pilihan. Tapi pada abad ke 17 Descartes memodifikasinya. Baginya yang riel itu adalah akal sebagai substansi yang berfikir (substace that think) dan materi sebagai substansi yang menempati ruang (extended substance). Teori ini dikenal dengan Cartesian Dualism. Tujuannya agar fakta-fakta didunia materi (fisika) dapat dijelaskan secara matematika geometris dan mekanis. Kant dalam The Critique of Pure Reason mengkritik Descartes, tapi dia punya doktrin dualismenya sendiri. Pendek kata Neo-Platonisme, Cartesianisme dan Kantianisme adalah filsafat yang mencoba merenovasi doktrin dualisme. tapi terjebak pada dualisme yang lain.

Perang antara monisme dan dualisme, sejatinya adalah pencarian konsep ke-esa-an (tawhid). Peperangan itu digambarkan dengan jelas oleh Lovejoy dalam bukunya The Revolt Against Dualism. Fichte dan Hegel, misalnya juga mencoba menyodorkan doktrin monisme, tapi bagaimana bentuk kesatuan kehendak jiwa dan raga, tidak jelas. Nampaknya karena arogansi akal yang tanpa wahyu (unaided reason) maka monisme tersingkir dan dualisme berkibar. Jiwa dan raga dianggap dua entitas.

Seorang dualis melihat fakta secara mendua. Akal dan materi adalah dua substansi yang secara ontologis terpisah. Jiwa-raga (mind-body) tidak saling terkait satu sama lain, karena beda komposisi. Akal bisa jahat dan materi bersifat suci. Atau sebaliknya, jiwa selalu dianggap baik dan raga pasti jahat. Padahal dari jiwalah kehendak berbuat jahat itu timbul. Dalam Islam kerja raga adalah suruhan jiwa ( innama al-a'amalu bi al-niyyat). Karena itu ketulusan dan kebersiha jiwa membawa kesehatan raga.

Dualis dikalangan antropolog pasti memandang manusia dari dua sisi: akal dan nafsu, jiwa dan raga, kebebasan dan taqdir (qadariyah & jabariyah). Dalam filsafat ilmu, dualisme pasti merujuk kepada dichotomi subyek-obyek, realitas subyektif dan obyektif. Kebenaran pun menjadi dua kebenaran obyektif dan subyektif. Bahkan di zaman postmo kebenaran ada dua absolut dan relatif. Dalam Islam konsep tawhid inherent dalam semua konsep, tentunya asalkan sang subyek berfikir tawhidi.

Nampaknya doktrin dualisme telah memenuhi pikiran manusia modern, termasuk pelacur itu. Pernyataan pelacur itu tidak beda dari dialog dua sejoli dalam film Indecent Proposal, "I slept with him but my heart is with you" seorang dualis bisa saja berpesan, "lakukan apa saja asal denga niat baik". Anak muda muslim yang terjangkiti pikiran liberal akan berkata "jalankan syariah sesuka hatimu yang penting mencapai maqashid syariah". Kekacauan berfikir inilah kemudian yang melahirkan istilah "penjahat yang santun", "koruptor yang dermawan", "atheis yang baik","pelacur yang moralis", da seterusnya. Mungkin akibat ajaran dualisme pula Pak Kyai menjadi salah tingkah dan berkata, "hati saya di Mekkah, tapi otak saya di Chicago". Dualisme akhirnya bisa menjadi perselingkuhan intelektual. Hatinya berzikir pada Tuhan tapi fikirannya menghujatNya.


disalin apa adanya dari epilog Jurnal Islamia vol III No.3 tulisan oleh Hamid Fahmy Zarkasyi

Selasa, 15 April 2008

Islamia Vol III No.3

Berada di sampingku sekarang Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam ISLAMIA Vol III No.3 atau edisi terbaru yang sampai ke tangan ku. kali ini mengangkat tema Wajah Universitas Islam : antara Islamisasi dan Sekularisasi-Liberalisasi. harganya cuma Rp 17.500,- murah sekali tidak sebanding dengan kualitas isinya.

Sebenarnya dari segi lay-out sederhana saja, pada rubrik surat pembaca diisi oleh antusiasme yang menyegarkan, menginsafkanku bahwa semakin banyak orang yang menyadari betapa pentingnya tema yang diangkat oleh Islamia. Pembahasan edisi ini tidak terlalu berat dan sejujurnya ada bagian yang terkesan asal jadi saja. menarik pemaparan mengenai ISTAC sendiri yang menarik orang untuk melihat sendiri, dan miris juga membaca sejarah IAIN/UIN betapa besar perbedaan antara dulu saat pertama kali di gagas dan kenyataan saat ini. kalau kesesatan orang bijak disiarkan, tentu akan banyak orang awam yang mengikuti jejaknya...

tapi ada kutipan yang layak masuk koleksi yang tercantum dalam pengantar edisi ini yaitu berkenaan dengan sentralitas peran universitas pada masa lampau yang diabadikan dengan amat baik pada slogan yanr tertera di pintu gerbang universitas Granada :

" Dunia hanya terdiri dari empat unsur : pengetahuan orang bijak, keadilan penguasa, doa orang shaleh dan keberanian ksatria"

nah buat kita yang saat ini berada di dunia pendidikan perlu banyak introspeksi, mampukah kita menghasilkan seorang yang alim, saleh, adil dan mujahid??

pada epilog terdapat tulisan menarik yang berjudul Dualisme oleh Hamid Fahamy Zarkasyi yang akan saya coba rangkum pada atau tulis ulang apa adanya pada post berikutnya


Senin, 14 April 2008

Jurnal Islamia

Membaca adalah aktivitas paling menyenangkan bagiku, membaca apa saja meskipun tingkat antusiasmenya bervariasi, dari yang amat bersemangat seperti membaca Detektif Conan, sampai agak kurang bersemangat seperti membaca Williams Manual of Obstetrics. seiring berjalannya waktu aku mengembangkan selera bacaku kearah penaklukan, maksudnya adalah aku mengarahkan bacaan pada teks-teks dengan tingkat kompleksitas yang tingi, tentu tetap dengan tema-tema yang menarik dan bidang ilmu yang tidak sulit di kuasai..

aku pernah mencoba membaca An Introducton to Cybernetics, pengantarnya menarik sekali tapi bagian dalamnya membutuhkan ketangkasan dalam bidang matematika yang sayang sekali tidak begitu kuat aku kuasai. tapi suatu hari dulu aku bertemu dengan jurnal islam yang tidak biasa..bahkan luar biasa. Islamia namanya. berlainan dengan tulisan-tulisan serius tentang islam yang sering ditemui, di jurnal-jurnal keluaran pusat-pusat studi islam seperti paramadina, atau institusi dan kelompok diskusi terkait muhamadiyah dan NU, atau produk-produk daru MUI dan DDII, atau tulisan dari aktivis-aktivis JIL yang sering beredar di Internet.

Islamia menyajikan suatu pola yang amat berbeda sekaligus meyakinkan, ia membahas berbagai fenomena di masyarakat dengan cara yang sangat ilmiah, amat jauh dari kesan emosional, bahkan ia memaparkan kesalahan-kesalahan yang tejadi pada level yang mendasar sekali, yaitu pada cara berfikir. ia menghantam liberalisme, sekularisme dan pluralisme dari akarnya, yang saya maksud akar adalah dari kesalahan cara berfikir para pendukung awal ideologi ini di tempat kelahirannya. Islamia mengekspose kekeroposan berbagai ideologi ini yang sedang digemari cendekiawan-ceendekiawan muslim kita hari ini.

Beruntung hari ini kita memiliki cendekiawan yang mampu bertempur pada level ideologi ini, mereka mampu meluruskan kerancuan pola fikir dan cara pandang para cendekiawan lain. jurnal ini diterbitkan oleh INSIST yang merupakan lembaga bentukan alumni ISTAC, lembaga pendidikan yang didirikan oleh seorang pakar pendidikan islam syed M Naquib Al-Attas yang terkenal dengan tema islamisasi ilmu pengetahuan, yang kebetulan lahir di bogor.

key person di balik Islamia adalah nama-nama tidak asing seperti Adian Husaini, Adnin Armas, Syamsudin Arif dll

Jumat, 11 April 2008

Meracau disiang hari

ingin sekali menulis tapi otak rasanya mumet, bingung apa yang ingin ditulis. melihat-lihat barang-barang yang terserak di mejaku yang malang ini, berharap ada inspirasi. disudut sana diantara jajaran buku-buku, terselip jilid ke-12 dari tafsir Fi Zhilalil Qur'an. Memandangnya terselip rasa bersalah, sudah lama aku berniat ingin membacanya, tapi kalah oleh urusan-urusan lain yang sekilas tampak lebih penting, sebenarnya urusan apa sih yang lebih penting ketimbang urusan akhirat...ahh dunia memang melenakan.

bergeser sedikit tepat disebelah komputer ku ada foto terakhir Caca, melihatnya hatiku terasa lebih sedih lagi..di sudut lain bergeletakan perkakas-perkakas kantor yang lebih tidak penting lagi dan botol minumku yang akan kuminum sekarang....isinya tinggal sedikit dan botol yang kosong itu
bergoyang saat kutaruh kembali diatas meja, seperti hati ku yang terasa kosong dan limbung ini.

aku duduk dengan kaki terlipat keatas kursi ku, dasi ku sudah kulepas, tidak lebih dari 1 jam sejak kukenakan tadi pagi, sepatuku teronggok di bawah meja sejak kemarin (aku pulang dan datang tadi padi dengan sendal jepit hehe..). disini didepan komputerku yang malang aku duduk menekan tuts-tuts merangkai kata, upaya melipur hati yang sia-sia, fikiranku melayang, teringat kata-kata sahabat Umar r.a "seadainya aku ini seekor burung saja" dengan segala makna dibalik kalimat sederhana itu, tapi itulah Umar tetap Umar sampai tikaman munafik mengantarnya menghadap sang khalik.

dan aku tetap lah aku sampai akhir cerita yang belum diketahui, satu yang jelas bahwa aku sedang meracau dan anda sedang membuang-buang waktu membaca tulisan ini. lakukanlah hal yang lebih berguna, seperti yang baru saja terfikir olehku, aku mau cabut ke Masjid Arif Rahman Hakim UI tempat yang telah membesarkan jiwa ku, sedikit nostalgia tidak mengapa, mudah-mudahan ada buku disana yang sedang kucari "Trauma Persepsi" karya Ust Hilmi Aminudin..aku penasaran apa isinya..

Perempuan Berselendang Bintang

bagaimana aku bisa mendefinisikanmu
pada hari yang terus berlari

kucoba memadatkanmu dalam kata-kata indah
yang berserak di cakrawala
tapi tak pernah bisa
meski itu hanya tentang sepotong mata teduh,
senyum yang berayun,
atau sejejak dari berjuta langkahmu

lalu kupintal puisi-puisi kesturi
yang setia kau tumbuhkan dari sanubari
menjelma karpet merah
dengan limpahan mawar merekah
yang tak akan pernah selesai kau lintasi
di sepanjang jalan hidupmu, bunda

: hari ini kuberikan sebuah award
seumur hidup untukmu
kau tahu aku tak memejamkan mata sekian lama
untuk menjaring permata-permata langit itu
menyusunnya di atas selendang berwarna salju
membentuk namamu dengan tinta yang paling emas

kuselempangkan padamu
diiringi nada-nada vivaldi

penghargaan bunda teladan tahun ini
dan hingga tak terhingga tahun
atas cinta yang tak pernah berhenti
dari nadi
dan ketabahan menumbuhkan matahari
untuk semua yang kau tulis
yang kau ukir di dalam diriku
dan lekuk jiwa semesta

untukmu
perempuan berselendang bintang

Puisi Mas Faiz untuk bundanya Helvy Tiana Rosa, diambil dari Taman Hatinya Mas Faiz

Rabu, 09 April 2008

Sindroma Steven Johnson

Tidak lama lepas Isya masuk telepon dari Rumah Zakat Indonesia, perawat jaga menelepon, dalam hati aku berfikir ini pasti buruk..dan benar saja, perawat jaga mengabarkan bahwa ada keluarga pasien yang minta bertemu, karena sedang jaga praktek saat itu, saya menawarkan untuk berbicara via telepon. sebelumnya perawat jaga sudah menginformasikan bahwa ini keluarga pasien yang kutangani saat terakhir kali praktek di sana, dan pasien ini mengalami reaksi alergi obay yang berat yang dinamakan sindroma steven johnson. pasien ini siang tadi sudah di kunjungi oleh dokter jaga siang tadi.

i brace myself prepare for the worst. keluarga pasien mengatakan apa yang telah aku ketahui dari informasi perawat tadi, dan pihak keluarga meminta saran dari saya bagaimana sebaiknya. saya membalas dengan mengatakan bahwa penyakit ini gawat dan harus segera di rujuk ke rumah sakit terdekat..namun problem klasik masyarakat menengah ke bawah bila menghadapi situasi ini adalah tidak adanya dana, mereka tidak menyebut secara eksplisit namun nampak sekali dari keraguan mereka. detik itu juga saya sadar bahwa mereka meminta tolong pendanaan.

nah masalah muncul disini karena asumsi mereka kesalahan ada pada saya yang memang memberikan obat yang dimaksud, saya kira wajar mereka berfikir seperti itu, namun dari sudut pandang saya ini menjadi dilematis, membantu mudah saja sebenarnya, tapi dengan melihat asumsi yang mereka miliki, bantuan akan di anggap sebagai bentuk pertanggungjawaban pihak yang bersalah. SSJ bentuk reaksi alergi obat yang berat yang sering tidak bisa diprediksi, kesalahan saya adalah tidak menanyakan riwayat alergi-apologinya adalah apakah kita harus menanyakan riwayat alergi setiap orang? jawabanya ya..betapapun banyaknya pasien yang kita hadapi

saya kira dalam situasi sosial masyarakat yang abnormal seperti ini, solusinya adalah memberi bantuan terbatas, dengan harapan tidak ada kelanjutannya.

rumah zakat menerima lebih dari 12.000 pasien tahun lalu, cepat atau lambat kita akan menghadapi hal seperti ini, dikatakan SSJ terjadi pada 1 orang diantara 1 juta orang pertahun
wah profesi ini rawan sekali :( harus banyak berdo'a

Selasa, 08 April 2008

Tarbawi-majalah islam

Tarbawi, "menuju keshalihan pribadi dan umat begitu tagline majalah islam yang satu ini. tarbawi adalah salah satu majalah favoritku dalam arti, bila ada yang baru maka langsung beli tanpa fikir panjang. menariknya adalah judul utama majalah ini terkadang/sering sekali mencerminkan masalah yang sedang kita hadapi atau mengajukan solusi yang sedang kita cari-cari..mungkin karena sifatnya yang universal dan menyentuh kedalaman jiwa manusia yang memang selalu diliputi masalah

sebagai contoh misal edisi yang sekarang ada di hadapanku berjudul "semua karena kasih sayang Allah " sebuah judul yang universal, siapapun yang membacanya akan tersadar bahwa masalah-masalah yang kini sedang bercokol dalam benak dan hati tidak lain adalah sebentuk ujian yang bila kita mampu bersabar dan pasrah pada Allah swt maka akan meningkatkan derajat keimanan kita, atau masalah ini adalah tempat kita mencuci bersih noda dosa yang meliputi hati, sungguh semua memang adalah kasih sayang Allah

membuka halaman majalah ini kita akan segera bertemu dengan salam dari redaksi, ada satu keunikan yang patut diperhatikan disini, yaitu diakhir paragraf pengantar dari redaksi ada satu kalimat yang konsisten terus muncul yaitu "intanshurullaha yanshurkum wayutsabbit aqdamakum" sebuah frasa yang berarti kurang lebih "tolonglah agama Allah maka Ia akan meneguhkan kedudukanmu" semua mantra pegangan bagi para da'i dan nampaknya juga bagi dewan redaksi

frasa ini-entah hadist atau kutipan ayat suci- memberi dorongan dan justifikasi bagi para da'i untuk All-out dalam berdakwah menegakkan kalimat islam, dengan harapan Allah akan membereskan semua urusan yang lain, bukankah Ia yang Maha menguasai segala sesuatu.
pemimpin redaksi majalah ini adalah Usr Ahmad Zairofi, aku hanya mengenalnya sekilas sebagai seorang yang amat disegani, terkesan tegas. aku mengenalnya saat bekerja di lembaga ruqyah milik majalah Ghoib, majalah lain yang rupanya ia pimpin juga.

kajian utama dari majalah ini biasanya berada pada urutan akhir unutk dibaca bagiku kecuali pada beberapa kesemapatan yang tidak banyak terjadi. umumnya aku akan langsung loncat ke rubrik Liqoat karena biasanya menampilkan person-person yang unik dari segi profesi, kiprah dan dedikasinya, seperti pada edisi ini menampilkan Rafly seorang musisi khas Aceh. rubruk Kiat juga menampilkan kontribusi dari pembaca yang seringkali menarik dan bermanfaat.

rubrik berikutnya adalah Dunia Islam yang pasti segera dibaca, tidak beda dengan berita-berita yang ditampilkan di detikcom atau eramuslim, begitu juga rubri ufuqiyat yang sifatnya analisa, namun secara umum berita-berita ini lebih adem penampilannya dan tidak provokatif. paling menarik adalah rubruk dzikroyat yang sering amat menyentuh, pada edisi ini menampilkan seorang penjual gorden keliling yang mendirikan perpustakaan bagi anak-anak di desanya, bayangkan! betapa besar pengorbanannya dan betapa besar manfaat yang ia berikan untuk sesama...

dulu ada rubrik yang khusus diisi oleh almarhum Ust Rahmat Abdullah yang tulisannya sering ajaib, termasuk bagi ku yang kalau sombongnya sedang muncul, percaya tidak ada tulisan yang tidak sanggup kucerna..tapi tulisan almarhum nampak sekali memperlihatkan kedalaman ilmunya dan keragaman bahan bacaannya, perhatiannya pada perkembangan masyarakat dan keluasan wawasannya serta tajamnya pisau analisis yang beliau miliki...jadi sedih sekali saat beliau wafat, dunia islam dan dunia dakwah amat kehilangan beliau. kebetulan aku sempat menjenguk saat beliau di rumah sakit (Cipto)- privilege komunitas dokter, maaf.-menyampaikan penghormatan pada seorang yang amat sederhana dan penuh perhatian, bertemu dan bercakap dengannya seakan Ia mengetahui banyak hal tentang kita padahal inilah kali pertama bertemu, demikiannya seorang da'i yang matang dan telah banyak makan asam garam.

beliau memiliki warisan cita-cita yaitu mendirikan sebuah gedung Nurul qur'an di bawah yayasan Iqro yang beliau dirikan 16 tahun lalu. kita bisa berkontribusi dengan membantu berinfaq untuk wakaf lahan dan bangunan kelak masing-masing sebesar 600.000/m2 dan 1.700.000/m2 ingin sekali rasanya ikut, mudah-mudahan Allah memberi rezeki yang cukup untuk ini.

Senin, 07 April 2008

Reksadana ku

awal tahun lalu aku tertarik membeli reksadana tepatnya Danareksa Indeks Syariah (DINAR), sebenernya karena ketularan Om Priyadi yang tulisannya tentang hal ini benar-benar menarik. diawal membaca prospektus sudah jelas bahwa model investasi seperti ini risikonya tinggi dan selalu terbaca kalimat kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa yang akan datang dan lain-lain. jadi singkat nya aku sudah bersiap dengan sejumlah rupiah yang tidak akan kusesali bila hilang. menyusut habis nilainya.

memang investasi ini sifatnya jangka panjang so pada beberapa site di sarankan agar jangan sering-sering menegok informasi bursa, cukup setahun sekali katanya. tapi namanya manusia, aku penasran juga, tidak bisa dihindari aku jadi membeli koran investasi yang memuat [ergerakan harian NAB reksadana ku

selama sebulan aku berpuas hati melihat kinerjanya, sedikit banyak sudah meraup keuntungan loh, tak dinyana sekarang malah NAB nya drop samapai 25 % karena situasi ekonomi dunia yang juga lagi jelek, so sekarang aku tobat...bukan tobat investasi direksadana loh tapi tobat baca koran itu lagi dan berhenti melihat pergerakan IHSG. aku insyaf ini memang investasi jangka panjang, so bagi investor sejati ini justru waktunya untuk membeli reksadana pilihan kita dan ya aku baru saja minta account officer langgananku untuk membeli lagi sejumlah unit penyertaan hehe

moga saja reksadanaku yang malang itu NABnya akan semakin nendang ditahun-tahun yang akan datang...

Jumat, 04 April 2008

i am back

ah akhirnya internet kembali aktif di komputerku yang malang ini, setelah lebih dari 2 minggu tidak bisa diakses. ruang kerjaku pindah ke gedung baru di lantai 1. 2 minggu ini sudah banyak hal yang terjadi beberapa diantaranya benar-benar mempengaruhi hidupku.

setelah 2 tahun menikah ini aku menyadari bahwa berkeluarga itu level yang berbeda sama sekali, "it's a different level of game" banyak dari aturan yang kita fahami harus direview kembali, dan banya dari cara pandang kita yang pelu disesuaikan, pada beberapa hal perubahan harus dilakukan secara total.

satu pelajaran yang bisa di bagi adalah kemurnian tawakkal, "raja' " yang benar-benar murni, menggantung kan hati sepenuhnya pada sang pencipta, semua itu akan kita rasakan dalam bentuknya yang terasa lebih murni dari sebelum-sebelumnya. mudah-mudahan ini adalah buah dari ujian, ujian yang membersihkan diri dan hati dari semua kekotoran. walahualam